Harga iPhone Bisa Naik Tajam karena Tarif Impor Trump
infokilasan.com – Kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump bisa berdampak besar terhadap harga iPhone di pasar global.
Trump berencana menaikkan tarif impor untuk produk asal China. Kebijakan ini bisa membuat harga iPhone melonjak tajam.
Menurut laporan Reuters pada Jumat (4/4/2025), analis memprediksi lonjakan tarif antara 30% hingga 40%. Kenaikan ini diperkirakan akan menjadi beban berat bagi konsumen.
“Baca Juga: 18 Wakil Indonesia Siap Berlaga di Thailand Open 2025”
Perusahaan seperti Apple kemungkinan besar akan meneruskan biaya tambahan tersebut kepada pelanggan.
Sebagian besar iPhone masih diproduksi di China. Produk dari China kini dikenakan tarif impor hingga 54%. Jika kondisi ini terus berlanjut, Apple harus memilih antara menyerap biaya atau menaikkan harga jual.
Analis dari Rosenblatt Securities memproyeksikan dampak nyata dari kebijakan ini terhadap harga iPhone.
Mereka memperkirakan harga iPhone 16 model termurah yang sebelumnya dijual seharga USD799 atau sekitar Rp13,2 juta akan naik menjadi USD1.142 atau Rp18,2 juta.
Sementara itu, iPhone 16 Pro Max yang awalnya seharga USD1.599 atau sekitar Rp26,4 juta bisa melonjak hingga USD2.300 atau setara Rp38 juta.
Pada masa jabatan sebelumnya, Trump pernah mengenakan tarif pada berbagai produk asal China. Tujuannya adalah mendorong perusahaan AS untuk memindahkan pabrik ke Amerika Serikat atau ke negara tetangga seperti Meksiko.
Namun saat itu, Apple sempat mendapatkan pengecualian untuk beberapa produk. Kali ini, Trump belum memberikan pengecualian serupa.
Analis Barton Crockett dari Rosenblatt Securities menilai situasi ini berlawanan dengan harapan publik terhadap Apple.
Ia menyebutkan bahwa kebijakan ini bisa menjadi pukulan telak bagi perusahaan teknologi tersebut.
Menurutnya, keputusan Trump bisa merugikan Apple hingga USD40 miliar.
“Baca Juga: Tarif Impor 32% AS untuk Barang Indonesia”
Crockett bahkan menyebutkan bahwa sulit membayangkan Trump akan merusak citra Apple sebagai ikon Amerika.
Di sisi lain, Apple belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait potensi lonjakan harga ini.
Namun analis memperingatkan bahwa penjualan iPhone sudah menurun dan kenaikan harga akan memperburuk situasi tersebut.